Caribbean Van Java

Jepara, Traveljunkieindonesia.com – Karimun Jawa, Indonesia adalah salah satu gugus kepulauan di laut jawa yang patut untuk di singgahi. Bagi para diver, Caribbean Van Java (nama lain karimunjawa dari travel junkie Indonesia) merupakan salah satu spot surga yang ada di Indonesia. Kekayaan biota lautnya lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 spesies ikan. Tidak hanya kaya akan terumbu karang, Karimun Jawa memiliki hutan mangrove, kawasan hutannya dihuni pula hewan-hewan yang dilindungi. Elang Laut dada putih, rusa, penyu sisik, penyu hijau, dan monyet ekor panjang. Anda ingin berenang bersama hiu? Yup, karimun jawa dapat mengabulkan keingian Anda bermain bersama hiu. Disini terdapat penangkaran hiu dan pari.

Caribbean van Java luar biasa indah, dan tak terlupakan. AMAZING!

To Do List :
1. Naturist Adventures
2. Naturist Dives
3. Small Budget High Impact

Surga Dunia

Surga itu ada ditelapak kaki ibu, untuk hal duniawi surga itu ada di Indonesia. Ingin menikmati surga dunia? Indonesia lah tempatnya. Asal kita jeli yang dekat pun banyak dan small budget high impact loh. Sayangnya masih banyak penduduk Indonesia yang lebih bangga melakukantraveling keluar negeri dan berfoto ria disalah satu icon negara orang dan mengupload foto tersebut di media social network. Mereka secara tak sadar telah mempromosikan negara orang! Kinilah saatnya kita mempromosikan surga dunia (Indonesia) tersebut kepada dunia.

Wonderful Indonesia!

Follow him on Twitter @TravelJunkieID

Tips for Traveling While Pregnant

Traveljunkieindonesia.com – Trip travel junkie kali ini ditemani oleh seorang sahabat yang kebetulan sedang hamil. Ibu hamil ini nekad tetap ikut trip yang sudah di plan beberapa bulan sebelumnya. “Ibu hamil bukan berarti tidak boleh bepergian jauh, asal memperhatikan tips wanita hamil itu ok ok saja”, tutur, Veronika Pasaribu, Ibu hamil Travel Junkies.

Apa saja kah hal penting yang mesti diperhatikan seorang traveler saat hamil? Berikut Tips Traveling untuk wanita hamil:

1. Pakaian, Gunakan pakaian yang nyaman dan enak buat gerak. Jangan yang bahannya panas, bahan katun lebih asyik. Kenapa? Karena ibu hamil itu mudah berkeringat. Jika travelling ke iklim dingin bawa lah pakaian yang bisa mengcover seluruh badan.

2. Minum air putih & bergerak, Wanita hamil sangat rentan terhadap dehidrasi dan beresiko varises, sehingga bawalah buah-buahan kaya vitamin, seperti anggur, plums, jeruk atau apricots kering. Pastikan Anda membawa air mineral selama traveling.

3. Alas Kaki, Pilih sendal atau sepatu yg nyaman, kaki harus bebas bernapas.

4. Waktu, Waktu terbaik untuk ibu hamil melakukan trip adalah periode 14-28 minggu

5. Catatan Medis, Bawa catatan medis Anda dan daftar lokasi rumah sakit lokal dari kedutaan atau badan pariwisata.

6. Asuransi, Bawa asuransi dan daftar nama orang-orang yang dihubungi dalam kondisi darurat.

7. Surat Rekomendasi, Bawa surat rekomendasi dokter jika maskapai penerbangan meminta.

8. Check Up, Lakukan check up ke dokter kandungan sebelum traveling

9. Hindari Daerah Vaksinasi, Hindari trip ke negara yang mewajibkan imunisasi, karena dapat mengganggu janin

10. Istirahat cukup, Jika sudah di kota tujuan semua bisa lupa dan pastikan Anda istirahat cukup. Pilih tujuan wisata yang masih cukup nyaman untuk ibu hamil.

11. Sunblock, Kulit wanita hamil lebih sensitif, oleh karena itu gunakan pelindung matahari yang lebih kuat daripada yang biasanya.

12. Hindari menyelam dan olahraga air saat hamil

Di atas semuanya, nikmati lah traveling Anda. Pastikan Anda senang, maka si baby dalam kandungan akan ikut senang.

Follow him on Twitter @TravelJunkieID

Tips Traveling Tanpa Merusak Lingkungan

KOMPAS/LASTI KURNIA Gili Trawangan bak kampung berwarga negara asing, turis asing hilir mudik dengan sepeda sewaan.

Traveljunkieindonesia.com – Traveling memang asyik, tapi tanpa disadari traveling pun bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terutama dari segi emisi gas karbon. Selain itu, tak jarang kawasan wisata yang sebelumnya memiliki pemandangan yang mempesona, rusak akibat kunjungan para traveler yang tidak mempedulikan kelestarian alam.

Berikut adalah tips yang bisa dipraktekkan agar traveling memberikan dampak yang minimal bagi lingkungan.

1. Hindari penggunaan kendaraan yang mengeluarkan emisi CO2nya besar dalam melakukan perjalanan ke tempat tujuan.

2. Gunakan sarana transportasi massal, sewa sepeda, delman atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi.

3. Berkenalan dengan banyak orang saat di perjalanan, salah satu cara agar bisa share kendaraan. Hal itu akan menghemat emisi CO2, menghemat biaya perjalanan, dan tentunya menambah banyak teman.

4. Belilah makanan di kaki lima, warung, atau restauran penduduk. Hal itu dapat mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh serta memberikan kontribusi langsung pada masyarakat lokal. Selain itu, biasanya perangkat makan di warung lokal tidak menggunakan plastik/styrofoam.

5. Pilih makanan dan minuman lokal. Selain dapat merasakan makanan dan minuman dari daerah asal, juga untuk mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan dari barang impor.

6. Bawa botol minuman sendiri sehingga bisa diisi ulang.

7. Bawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi sampah plastik.

8. Membuang sampah pada tempatnya.

9. Ambil spot wisata yang menawarkan layanan yang lebih ‘hijau” atau punya program lingkungan.

10. Dorong industri pariwisata untuk melakukan social responsibility. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak wisatawan asing yang bersedia membayar lebih mahal asal kegiatan liburan mereka itu membantu sesama, ramah lingkungan dan melestarikan kebudayaan setempat.

Tips ini juga bisa dibaca di Kompas

Follow me on Twitter @TravelJunkieID