Bali Creative Festival 2010

Bali Creative Festival
Perayaan potensi terbaik insan kreatif Bali
3-6 Desember 2010, 10.00-22.00
Art Centre, Denpasar

Jumat, 3 Desember

~ Pertunjukan Jalanan
15.00-18.30 Bali Hip Hop, breakdance, graffiti
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, depan Gedung Kriya
Koordinator: Dedi Kristian – Bali HipHop Community
Kontak: 081805522891 / kristian_dedi@yahoo.com

~ Musik Akustik
15.00-18.30 Musisi muda hasil seleksi OneDollarForMusic
Lokasi: Kalangan Ratna Kanda, sebelah Selatan Ardha Candra
Koordinator: Hideki Yanagihara – ODFM
Kontak: 08179795298 / pr@1dollar4music.com

~ Lokakarya
19.00-habis Pemutaran film oleh Minikino
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, bangunan kaca
Koordinator: Edo Wulia
Kontak: 081353229865 / edo@minikino.org

~ Panggung Utama
Tema: Opening Party
18.30-19.30 Pembukaan [koreografer: Kadek Suardana]
19.30-20.30 Ayu Laksmi
20.30-21.15 Balawan & Ethnic Fusion
21.15-22.00 The Hydrant
22.00-habis Navicula
Lokasi: Ardha Candra
Koordinator: Wena Wahyudi
Kontak: 087860072625 / wenawahyudi@gmail.com

Sabtu, 4 Desember

~ Pertunjukan Jalanan
15.00-17.00 Mepantigan
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, depan Gedung Kriya
Koordinator: Putu Witsen

~ Diskusi Santai
10.00-12.00 Tema: Social Entrepreneurship – Narasumber: Iwan EsJePe & Enrico
Moderator: Yoke Darmawan (dalam konfirmasi)
13.00-15.00 Tema: Art & Music Management – Narasumber: David Karto (demajors record Jakarta) & Reza Asung (Ruang Rupa Jakarta)
Moderator: Prima Yudhistira
17.00-19.00 Architects Under Big 3
19.00-20.00 Pecha Kucha Night # 7 “Young Blood”
Lokasi: Tenda di sebelah Timur Ardha Candra
Koordinator: Wiwien Gunawasika
Kontak: wienpro@gmail.com
Koordinator Pecha Kucha: Jeff Kristianto
Kontak: 0818977018 / jeff@be-do.org

~ Lokakarya
10.00-15.00 Mengulik puisi & cerpen bersama Moch. S. Welang
19.00-habis Pemutaran film oleh Minikino
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, bangunan kaca
Koordinator: Edo Wulia
Kontak: 081353229865 / edo@minikino.org

~ Musik Akustik
15.00-18.30 Musisi muda hasil seleksi OneDollarForMusic
Lokasi: Kalangan Ratna Kanda, sebelah Selatan Ardha Candra
Koordinator: Hideki Yanagihara – ODFM
Kontak: 08179795298 / pr@1dollar4music.com

~ Panggung Utama
Tema: Blues, Jazz, Pagelaran Busana + Talenta Muda
18.00-19.00 Talenta Muda OneDollarForMusic
19.00-19.45 Bali Puisi Musik
19.45-20.30 Jegog Jazz
20.30-21.00 Pagelaran Busana oleh APPMI
21.00-22.00 Baio
22.00-habis Koko Harsoe
Koordinator: Wena Wahyudi
Kontak: 087860072625 / wenawahyudi@gmail.com

Minggu, 5 Des

~ Diskusi Santai
10.00-12.00 Tema: Blog & jejaring sosial – Narasumber: Kaskus & Bali Blogger Community
Moderator: Anton Muhajir
13.00-15.00 Tema: Gaya Hidup Hijau & Berkesinambungan – Narasumber: Paola Cannuciari (EcoBali), Singgih (Green FM Jakarta), Cok Bagus.
Moderator: Robi Navicula
15.00-16.00 Tema: Creative Entrpreneur – Narasumber: Popo Danes

~ Lokakarya
10.00-13.00 Digital Imaging: Kokok Saja
13.00-16.00 Kamera Lubang Jarum: Ray Bachtiar
19.00-habis Pemutaran film oleh Minikino
Lokasi: Di bagian Utara kompleks Art Centre, bangunan kaca
Koordinator: Edo Wulia
Kontak: 081353229865 / edo@minikino.org

~ Musik Akustik
15.00-18.30 Musisi muda hasil seleksi OneDollarForMusic
Lokasi: Kalangan Ratna Kanda, sebelah Selatan Ardha Candra
Koordinator: Hideki Yanagihara – ODFM
Kontak: 08179795298 / pr@1dollar4music.com

~ Panggung Utama
Tema: Rock, Indie + Talenta Muda
18.00-19.00 Talenta Muda OneDollarForMusic
19.00-19.30 Rokavatar
19.30-20.00 Discotion Pill
20.00-20.30 Painful By Kisses
20.30-21.00 Parau
21.00-21.30 Nymphea
21.30-22.00 Lolot
22.00-habis Nanoe Biroe
Koordinator: Wena Wahyudi
Kontak: 087860072625 / wenawahyudi@gmail.com

Senin, 6 Des

~ Diskusi Santai
10.00-12.00 Tema: Gono Gini Indie – Narasumber: Adib Hidayat (Rolling Stone), JRX (Superman Is Dead), Sammy Bramantyo (Seringai)
Moderator: Ngurah “Lengkonk” Termana

Jumat-Senin, 3-6 Des
~ Pameran Kreatif
10.00-22.00 Kolaborasi penggiat seni & praktisi industri kreatif Bali
Antara lain: Pameran Denpasar Photographers Community, Komunitas Lingkar & Eka Rock (Superman Is Dead); Adgi (Asosiasi Desain Grafis Indonesia), komunitas kartun, pameran poster World Silent Day, BEDO (Bali Export Development Organization), koalisi seniman visual, dsb
Koordinator: Yudhi Irawan
Kontak: 08124693018 / irawan_lintas@yahoo.com

Acara ini gratis, tidak dipungut biaya, bebas bea!

Mari berpartisipasi. Daripada macet inspirasi & mati kreasi.

NB: Jadwal masih bisa berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

Indonesia & Sepak Takraw

Traveljunkieindonesia.com – Sepak Takraw adalah jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola volley, dimainkan di lapangan ganda badminton, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan.

Namun, hanya sedikit yang mengetahui bahwa nenek moyang sepak takraw adalah sepak raga. Sebuah permainan tradisional khas Makassar. Sejarah perkembangan permainan rakyat yang salah satunya berkembang di Desa Kaemba , dusun Patte’ne, Kabupaten Maros. Sebelum berkembang menjadi sebuah olahraga takraw, ma’raga (gerakan melakukan raga), pada dasarnya adalah gerakan-gerakan seni bela diri. Berdasarkan cerita turun-temurun di Kaemba, permainan raga muncul dari sebuah kampung yang dahulu disebut Ujung Bulo, sebuah kampung Pa’raga. Dari tempat inilah awal mula berkembangnya seni ma’raga.

Bola takraw terbuat dari bahan rotan atau kini dengan fiber. Lingkaran bola 41 sampai 43 cm

Dalam Permainan sepak takraw, Tangan adalah bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bola, dan bagian tubuh yang terutama digunakan untuk menyentuh bola adalah kaki dan kepala. Tujuan dari setiap regu adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran. Bentuk permainan Sepak takraw tidak jauh berbeda dengan permainan bola volley, dengan perbedaan jumlah pemain untuk satu regu adalah tiga orang, tangan pemain tidak boleh tersentuh bola, posisi pemain tetap atau tidak rotasi.

Wokeh, namun prestasi tim sepak takraw Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini mulai menurun di tingkat internasional, sehingga sudah saatnya seluruh pembina olahraga asli milik bangsa Indonesia itu melakukan evaluasi sistem pembinaan. Hi Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI), hayo semangat kamu pasti bisaaaa…

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

@DianOnno is Travel Junkie Too

Traveljunkieindonesia.com – Dian Octarina Wulandari Subarna Danamihardja Atmawinata disingkat Dian Onno 😀

Beliau adalah seorang full time freelance mulai jualan barang sampai translator. Selain itu beliau juga memiliki impian membuat blog travel seperti www.traveljunkieindonesia.com *ciee keren ya blog saya 😀

Dian Onno ini, bisa dibilang seorang Travel Junkie Wanita Indonesia. Kenapa? Skala 1-10 itu kira-kira 12 lah 😀 Sangat addict banget untuk traveling, dan pengen mematahkan anggapan orang kalau travelling harus banyak doit, padahal ga juga. Skala prioritas aja, kalo cewe-cewe lain lebih suka spend uangnya buat beli baju, sepatu dkk. Saya wajib nyisihin uang setiap bulan buat traveling (ya beli baju dan sepatu juga sih hahahaha i’m just a girl lah.. dan shoe fettish hehe..) Jadi tiap bulan, saya pasti masukin uang ke semacam tabungan rencana yang baru bisa diambil dalam jangka waktu tertentu.. misalnya 6 bulan, 1 tahun atau 2 tahun… untuk mastiin saya punya dana traveling… walaupun ga pernah bikin rencana travel jauh in advance sih, suka ga jadi… kadang jaman dulu sih diajakin besok berangkat juga kalo ada uang dan waktu ya berangkat hehe” itu katanya.

Kalau ngobrol ngalor-ngidul tentang trip keliling dunia, benua yang belum pernah diinjak oleh Dian Onno itu afrika, kalau Indonesia yang belum pernah diinjak itu Indonesia timur. Beliau masih memiliki mimpi untuk ambil next destination itu Indonesia timur dan afrika. “I would love to go to sulawesi, raja ampat, papua and NTT. Kalo Afrika maunya ke Afrika Selatan, Egypt, Maroko deh… kalo bisa ke tempat lain ya syukur”. Ujarnya.

Continue Reading

The Travel Junkie: Explore Indonesia Bareng Hardrock Radio Bali

Traveljunkieindonesia.com – Senin lalu Travel Junkie Indonesia diundang Hardrock Radio Bali dalam program Tommy & Riri Show. Ah sebagai travel junkie yang sukanya muter-muter, saya jarang sekali mendengar radio. Dan, baru sadar setelah siaran kalau program Tommy & Riri Show itu salah satu program terkeren dari hardrock radio Bali hoho… Pantes selama siaran bareng Tommy & Riri itu kok asik banget!

Tema yang diangkat yaitu “Explore Indonesia”. Ughh begitu tau temanya turut membantu ngebranding pariwisata Indonesia darah ini langsung mendidih seperti Presiden Barack Obama pidato *Plak Plak Plak lebayyyy…

Saya cukup senang karena sejak penghargaan “Marketing To Netizen” dari majalah The Marketeers awal November lalu, respon dari berbagai media sangat bagus.  Bahkan beberapa brand tidak sungkan lagi untuk kerjasama dengan brand Travel Junkie Indonesia 😀

Tommy & Riri Show ini, merupakan salah satu media bagi Travel Junkie Indonesia untuk menyebarkan virus “Explore Indonesia”. you don’t need to visit other countries to have fun. “Why would you go to other countries when the real paradise is right here?” itu kata saya ketika Tommy & Riri bertanya “kenapa sih kamu Indonesia sekali?” hihi…

Selain itu, masih banyak pertanyaan yang ditembak Tommy & Riri ke saya. Mulai Pulau-pulau tercantik, tip dan trik traveling, suku-suku pedalaman, Travel Junkie Social Responsibility, sampai Tommy ngiler pas saya ngebahas pantai mana yang asik untuk Naturist Adventures atau “buka-buka”an dan Riri merinding mendengarnya hohoho… Yuk Tom sekali-sekali ikut gw? Ri, mu ikut juga kah? 😀 Indonesia is the real paradise!

Jadi senang juga, begitu hostnya aja sudah pada ngiler mau “Explore Indonesia”. Apa lagi yang denger program Tommy & Riri Show ini, semoga semua ikutan ngiler. Itu berarti virus yang saya sebar mulai bereaksi 😀

Dan, secara diam-diam Riri juga langsung ngetwitt beberapa point dari talk show santai ini di @RiriDjalil:

>> “Explore Indonesia” : 1. Travelling from 1 island to another,proud to say that his occupation is: Traveller #TommyNRiriShow

>> “Explore Indonesia” : 2. Share his travelling experiences thru his blog: http://www.traveljunkieindonesia.com #TommyNRiriShow

>> “Explore Indonesia” : 3. Recently received ‘NETIZEN AWARD’ from MarkPlus for supporting Indonesia’s tourism #TommyNRiriShow

>> “Explore Indonesia” w/BOWIE HOLIDAY,a full time traveller! 2nite,10pm-onwrds @hardrockbali878 streaming: http://www.hardrockfm.com #TommyNRiriShow

Yes langsung saya RT! untuk dukung dunia pariwisata Indonesia itu harus seimbang antara offline dan online. Dan, hasilnya akan maksimal. Yuk Kenali Negerimu, Cintai Negerimu 😀

*special thanks for Rusdy (Produser HardrockBali878) yang sudah memberikan undangan yang sangat berharga ini.

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

A Journey To Be A The Travel Junkie

Traveljunkieindonesia.comBlog posting kali ini adalah copy paste artikel koran Jakarta Globe yang ditulis oleh Tasa Nugraza Barley.  Yang pasti saya sangat senang karena Travel Junkie Indonesia bisa punya pengaruh demikian positif.  Dan tentunya saya senang bila bisa menyebarkan virus “Explore Indonesia” untuk pembaca Jakarta Globe 😀 Berikut artikelnya:

World Tour Begins in Indonesia

Bowie Holiday was working as a marketing communications analyst at a private company in Jakarta when he decided that his true calling in life was to travel the world. Before going off on his global adventure, however, he thought he would see Indonesia first.

And see Indonesia he did. In 2008, he landed a job working for a Norwegian anthropologist conducting research on Indonesian tribal communities.

For one year, Bowie traveled to remote locations in Sumatra, Java, Bali, Borneo, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara and Papua.

It didn’t take him long to realize the beauty of his own country. “The journey really opened up my eyes. It taught me that Indonesia is indeed a paradise on earth,” he said.

Moved by his travels, Bowie, 26, started the www.traveljunkieindonesia.com blog with the goal of inspiring more Indonesians to see their own country.

He said that he was concerned that many young people here think that traveling abroad is much cooler.

“On Facebook, I see young Indonesians who are very proud to show off photos taken from holiday trips to other countries,” he said.

His blog aims to change this perception by showing that you don’t need to visit other countries to have fun. “Why would you go to other countries when the real paradise is right here?” he said.

Bowie believes that with all its amazing potential, the tourism industry should be more established.

“Instead of spending their money in Singapore or Kuala Lumpur, young travelers should take the time to see the small cities in our own country and help develop local tourism,” he said.

Bowie, who now lives in Bali, mostly writes about tourist destinations in Indonesia that have not been covered by the mainstream media.

His knowledge and inspiration come from the firsthand experience he gained during his one-year journey. And he’s always eager to discover new places.

Bowie acknowledges that he got hooked on traveling around Indonesia because he loved the beach.

“There’s nothing better than lying on a white, sandy beach and reading a good book,” he said.

But he now knows that Indonesia has more to offer than its beaches and he uses his blog to drum up interest.

“We all know that Indonesia is big, but most of us are afraid to really get out there and explore it,” he said.

Bowie said that of all the places that he’s been to, West Papua’s Raja Ampat, also known as Four Kings, was his favorite.

Raja Ampat, which covers more than 40,000 square kilometers of land and water, is divided into the four main islands of Misool, Salawati, Batanta and Waigeo in addition to thousands of smaller ones.

It also includes Cenderawasih Bay, the largest national marine park in Indonesia.

“I have a strong hunch that Raja Ampat is one of the most beautiful places in the world,” Bowie said.

In the Coral Triangle, the area is known to have the highest coral diversity in the world, making it a perfect diving site. “It’s definitely one of the places you must go to before you die,” he said.

In one of his articles, Bowie also writes about the beauty of Menjangan Island, part of the West Bali National Park. Unknown to most tourists, Bowie said it has some of the best beaches in Bali.

It still has perfectly preserved corals and crystal-clear waters, which means that people don’t have to go scuba diving to appreciate them.

You can just plop into the water anywhere with a snorkel and mask and get ready to enjoy the scenery, he said.

“You have to bring an underwater camera if you go to there,” he added.

Bowie uses social networking Web sites Facebook and Twitter to draw people to his blog in an attempt to spread the word about the beauty of his homeland.

Even though it’s still a new project, he is starting to see some success. Earlier this month, he received an award from a prominent marketing magazine for his efforts to promote Indonesian tourism on the Internet.

Bowie said that Travel Junkie Indonesia is a long-term project. “It’s not about money. It’s all about what I love to do,” he said.

Bowie has since widened his travel horizons beyond Indonesia.

He has been to all countries in Southeast Asia, save for the Philippines.

He is also saving up and looking for sponsors to help finance his dream to start seeing the rest of the world sometime next year.

Currently, he is writing a nonfiction book, “Bali Adalah Negaraku” (“Bali Is My Country”), about a group of foreigners living in Bali who now call it home.

“If those foreigners love Indonesia so much, why can’t we?” he said.

Artikel ini dimuat oleh koran Jakarta Globe pada tanggal 22 November, 2010.

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

Menikmati Sunset Menjangan Bali

Bali, Traveljunkieindonesia.com – Siang itu, pada saat jam menunjukkan pukul 13.00 kami segera mengarahkan kendaraan menuju Labuan Lalang untuk menyebrang ke pulau Menjangan, yang berada tepat di sebrang kawasan Taman Nasional Bali Barat. Diperkirakan Pulau ini mimiliki 200 ekor menjangan di dalamnya sebagai penghuni. Dengan sewa perahu seharga Rp. 300.000, pengunjung mendapatkan nuansa eksotis pulau Bali yang belum terungkap.

Tujuan kami ke pulau ini pada sore hari yakni untuk melihat terbenamnya matahari atau sunset dalam bahasa inggris, yang konon kabarnya pemandangan sunset dari pulau menjangan merupakan yang terindah se-Bali. Tak ingin terlambat, begitu perahu bersandar kami masih memiliki waktu untuk snorkling 30 menit, setelah itu kami milih spot untuk menikmati eksotis matahari Bali sesungguhnya di sisi kanan pulau. Matahari bersinar indah merefleksikan warna gunung-gunung yang berada di pulau jawa.

Dan benar saja, pemandangan sunset dari pulau menjangan benar-benar indah! Dengan cuaca yang cerah, matahari terlihat bulat di langit yang berwarna lembayung. Tentu saja momen ini tak akan dilewatkan tanpa foto-foto, membaca buku, dan berenang-renang kecil. Secara perlahan-lahan sang surya kembali ke peraduan, penanda sudah saatnya kami pulang. Sungguh indahnya alam Indonesiaku. Semoga di lain waktu saya berkesempatan mengunjunginya lagi.

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

Red, Pink, Besakih

Traveljunkieindonesia.com – Kalau ada pertanyaan “Tempat apa yg lo suka untuk foto-foto selain pantai?” Jawab saya pasti salah satunya itu Pura. Setiap foto-foto di pura, saya berasa dibawa ke abad Hindu kuno nan asik, keren, dan damai. Pura apa yang kamu suka? Ya pura Besakih, Bali.

Asal tahu aja, Keberadaan fisik bangunan Pura Besakih, tidak sekedar menjadi tempat bersemayamnya Tuhan, menurut kepercayaan Agama Hindu Dharma, yang terbesar di pulau Bali, namun di dalamnya memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung. Sebuah gunung tertinggi di pulau Bali yang dipercaya sebagai pusat Pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata, yang menjadi utusan Tuhan untuk wilayah pulau Bali dan sekitar. Sehingga tepatlah kalau di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat manusia, Pura Besakih yang bermakna filosofis.

Makna filosofis yang terkadung di Pura Besakih dalam perkembangannya mengandung unsur-unsur kebudayaan yang meliputi:
1. Sistem pengetahuan,
2. Peralatan hidup dan teknologi,
3. Organisasi sosial kemasyarakatan,
4. Mata pencaharian hidup,
5. Sistem bahasa,
6. Religi dan upacara, dan
7. Kesenian.

Ketujuh unsur kebudayaan itu diwujudkan dalam wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Hal ini sudah muncul baik pada masa pra-Hindu maupun masa Hindu yang sudah mengalami perkembangan melalui tahap mitis, tahap ontologi dan tahap fungsional.

Ya segitu dulu deh. Kalo mau saya tambahin sih panjang mengenai besakih, bisa ada di toko buku sejajar  dengan eat, pray, love huhuhu….  Lho, ebook “Bali adalah Negara ku”-nya gimana? Lancar? Nanti ya, pasti saya launching kalo dah kelar. Lagi cari sponsor nih. Ada yg mau bantu cari? hoho….

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

Perjalanan Seorang Jeidy Azahary atau @Jeidyjeidy

Traveljunkieindonesia.com – Kali ini Travel Junkie Indonesia mendapat kesempatan untuk interview seorang Model Indonesia yaitu Jeidy Azahary. Kisah hidupnya cukup unik, kenapa? karena beliau dulu teman saya waktu SMA. Dan, dulu itu saya memanggil beliau si “Ollip Popeye” karena saking kurus dan kunciran rambutnya benar-benar mirip Oliip Popeye 😀

Kini, semua sudah berubah dunia ini berputar seperti roda.  Hidup itu kadang diatas kadang di bawah pepatah itu memang benar. Yups, Everybody’s Changing! Tepat Hari ini (November, 18/2010) adalah hari kelahirannya. Hepi bday ya. Sukses terus karir modelnya 😀

Perjalanan hidup seorang Jeidy Azahary, Gw dari TK-SMP sekolah di Madrasah Darunnajah, orang ga menyangka tampang cina tapi Islam, disekolahin di madrasah pula, padahal keluarga juga ga muslim2 banget, karena sekolahnya deket rumah, jadi disekolahin di madrasah deh, bayangin muka cina abis trus pake jilbab haha.. Dan SMA nya baru di negeri SMA 90 Jakarta, daerah pinggiran kota (tetetup)

Awal karier bisa jadi Model gimana? Sebenarnya dari kecil ga ada kepikiran kerja di bidang entertain, apalagi modelling krn merasa kurang percaya diri, tapi aku suka design baju jadi pada saat kelas 3 SMA aku berniat mau ngelamar magang di butik Adjie Notonegoro, eh malah di tawarin sekolah modelling oleh Adjie Notonegoro, akhirnya aku sekolah di Flash Fashion Model by Adjie Notonegoro, belajar 3 bulan, aku di make over abis2an oleh beliau, dan Alhamdulillah di kontrak Flash Agency 2 tahun, hingga mengikuti show Adjie Notonegoro sampai ke luar negeri.

Kalo Prestasi gimana Jed? Prestasi selama berkarir di modelling hampir 8 tahun, berhasil mjd finalis Wajah Femina 2009, dari 1.112 peserta masuk saringan 80 unggulan , 40 semifinalis hingga 20 finalis. Selain itu saya dipercaya mengajar di Club Modelling STIKOM London School of Public Relations dan memegang divisi modelling class sebagai pengajar dan marketing di 3 Pentas Production School Modelling di Summarecon, Serpong.

Rencara kedepan lo apa? Rencana untuk ke depan saya akan fokus dengan sekolah modelling 3 Pentas Production.

Ada ga hal yang bikin malu lo di dunia modelling? Hal yg memalukan tentu ada, ketika saya show kebaya Adjie Notonegoro di Hanoi, saya pernah jatuh di panggung di hadapan para undangan negara, diplomat-diplomat negara. Tapi saya bangun kembali sambil tersenyum dan meneruskan jalan catwalk saya 😀

Suka ikut After Party Show kah? Sering mengikuti after party shownya, biasanya di club2, seperti after show Jakarta Fashion week 10/11 ini, tapi saya bukan clubbers sejati, jadi tergantung kondisi badan jika lelah setelah show lebih baik saya pulang

Tips untuk yang ingin jadi seperti Jeidy gimana? People may think that modeling is very easy, but actually it requires a soccer player’s stamina, a gymnast’s flexibility, and a monk’s patience and also modelling need good attitude!

Apa pendapan lo tentang “bebek buruk yg menjadi angsa cantik”? Jika dulu aku minder karena badan ku kurus kerempeng dan mata sipit, sekarang semua hal-hal yg tadinya kekurangan dalam diri, semua itu menjadi kelebihan pada saat ini. Menambah rasa syukur pd Tuhan YME atas berkah hidup yg diberikan Nya. Membuat menyadari bahwa setiap manusia adalah makhluk Tuhan yg sempurna, tergantung bagaimana diri kita menyikapi dan mensyukurinya.

Damn, keren ya perjalanan hidup seorang Jeidy Azahary. “Menambah rasa syukur pd Tuhan YME atas berkah hidup yg diberikan Nya. Membuat menyadari bahwa setiap manusia adalah makhluk Tuhan yg sempurna, tergantung bagaimana diri kita menyikapi dan mensyukurinya”. saya suka kalimat itu! Tetap semangat dan jangan menyerah semua…

Follow her on Twitter @jeidyjeidy

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

4 Questions For @husinw @dirasugandi @TrinityTraveler @omemdisini @gabybali @Salsabeela Tweeps

Sanur, Traveljunkieindonesia.com – Malam ini, @TravelJunkieID membuat 4 pertanyaan untuk beberapa teman Travel Junkie Indonesia terpilih melalui twitter. 4 Pertanyaannya simple:

1). Tempat Favorit pd saat traveling? Desa terpencil nan alami, Pulau kecil nan eksotis, Gemerlap kota Modern.

2). Benua Favorit untuk traveling? Asia, Eropa, Aussie, Amerika, Afrika, atau Oceania

3). Kalau terdampar disebuah pulau, maunya pulau apa? Bora-Bora, Raja Ampat, atau Palau

4). Kalau dapat tiket pesawat gratis PP VVIP, maunya kemana?

Tweep yg pertama merima pertanyaan TJ adalah @husinw, seorang yang passion on psychological and conversation marketing. aims to be walking wikipedia. love so much on tea. passion on old legendaries songs. love indonesia so much. Dan, beliau menjawab:

1.       Germelap kota modern

2.       Benua Asia

3.       Raja Ampat

4.       Mauritius

Tweep yg kedua untuk menjawab pertanyaan TJ adalah @dirasugandi, A singer who’s very passionate about life! Begini jawabannya:

1.       Bali and London! 😀

2.       Afrika, Aussie sama Oceania belum pernah ;p

3.       Bora-Bora 😀

4.       South Africa!

Tweep ke-3 adalah @TrinityTraveler, a Travel writer. Blogger. Swimmer. Nocturnal. Author of ‘The Naked Traveler’ & @DuoHippoDinamis. Editor in Chief of @VentureMag. Single and looking for her Neo 🙂 Berikut jawab singkatnya:

1.       Indonesia, Nyangkokot, Nda’a, NY

2.       Asia

3.       Raja Ampat

4.       Lima

Tweep selanjutnya yaitu @omemdisini, a funny unusual loving. Begini jawab panjang lebarnya:

1.       kota mau kecil maupun gede dan mengikuti keseharian masyarakatnya. Wisata gaul disebutnya

2.       baru asia doang yg pernah, itu jg dikit. Hmm Eropa itu tetep paling menarik kok. Cos kota dan kampung ada di sana

3.       gak pengen terdampar, tp kalo bisa pulau TakaTuka, rumahnya Pippi Longstocking hehehehehe

4.       Swedia atau Tibet titik

Tweep ke-5 adalah @gabybali, a Bandung living in Bali & enjoy the lifestyle so much. Blogging about Bali travel tips & ideas and Bali culinary delights. Fro-yo freak, sushi, chocolate, music lover. Berikut jawabannya dengan asik:

1.       Gemerlap kota Modern-krn gw tggl di Bali jd mo liat yg beda

2.       EROPA dong

3.       Bora2 di villa ex Brad Pitt

4.       Eropa lah, tq udah nanya yaaa

Tweep yg terakhir adalah Ollie atau nama artis twitternya @Salsabeela, a Author of more than 15 novels & how-to books. Owner of @kutukutubuku @desainweb @nulisbuku @tempalabs. Committee member of @freshforum & @startuplokal.

1.       Belitung islands, Pulau kecil nan eksotis

2.       Eropa, karna blm pernah :p

3.       Raja Ampat

4.       Paris!! *lirik @AirAsiaId (setelah dilirik Ollie @AirAsiaID menjawab “@salsabeela @TravelJunkieID Sabar ya.”) . @TravelJunkieID ikut RT ”Asikkk! ditunggu ya tiket gratis untuk kita :D.”)

Dari 4 Questions ini, dapat disimpulkan bahwa setiap orang itu sangat suka menjadi Travel Junkie. Apa lagi gratis! kenapa keluar uang kalau bisa gratisan? hoho! Ah, beres semua. Tinggal riset tiket pesawat GRATIS & tempat vakansi yang mau didatengin trip berikutnya. I’m sooo ready!

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

Moment of Reflection

Traveljunkieindonesia.com – We love Bali. On the weekend, I took walk by the sea with my friends.I needed to stretch my legs and I needed some stillness.

My friends danced around the shore, collecting pebbles and drawing in the sand. It was a gorgeous morning for reflection.

Perfect for recharging my soul. Remembering that no matter what happens, life is what I make of it.

Follow TJ on Twitter an instagram @TravelJunkieID

Pantai Kuta Berpasir Merica

Traveljunkieindonesia.com – Pantai Kuta, Pantai yang menghadap “Laut Selatan” itu berada di wilayah  Desa Kuta, Kabupaten  Lombok Tengah. Jarak antara Kota Mataram, Ibukota Provinsi NTB, dengan Pantai Kuta sekitar 70 kilometer.

Jika dibandingkan, Pantai Kuta di Pulau Bali dengan Pantai Kuta di Pulau Lombok, masing-masing memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Suasana pedesaan di Pantai Kuta di Pulau Lombok, masih sangat kental. Rumah-rumah tradisional Sasak nan simple, mudah dijumpai di kawasan ini. Masyarakat Sasak yang tinggal di sekitar Pantai Kuta Lombok yang hidup dari bertani, beternak, menangkap ikan dan membuat kain tenun, sangat mewarnai irama kehidupan di kawasan ini. Menurut saya sebagai Travel Junkie yang sering pergi ke pantai, Pantai Kuta di Lombok jauh lebih menawan dan private dibandingkan Pantai Kuta di Bali. Disini, kita bisa sedikit bernaturist adventures 🙂

Pantai Kuta di Lombok selama ini juga dijuluki dengan Pantai Merica. Alasannya, menurut warga setempat, karena pantai ini dikenal pasirnya yang putih kekuningan seperti butiran-butiran merica.

Butiran pasir berbentuk merica itu jika diinjak, kaki terasa tenggelam, susah diangkat untuk melangkah. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta mengambilnya  untuk oleh-oleh. Kalau ngambil jangan banyak-banyak ya, takut abis pasirnya!

Selain main pasir putih, traveler juga dapat sunbathing sambil baca buku dan berenang di bagian tepi laut sambil bercumbu dengan kekasih. Ah romantis benerrrr…

Para Travel Junkies  yang ingin menikmati keindahan pantai dari perairan dapat menyewa perahu, sementara yang ingin berselancar ada juga yang menyewakan papan selancar.  Kalau bawa sendiri seperti bule-bule itu lebih baik 🙂

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID