So Good To Be Home

Traveljunkieindonesia.com – Yes I am back home in Jakarta, and I have yet to write up about my adventures in Lombok, Sumbawa, and Flores!

I have zillions of emails to read. Hundreds of photos to look at. I’m severely jet lagged. My family are all very happy for me to be home, and I’m dying to spend some catch up time with them 🙂

Yesterday we took a stroll in the library, and we just sat on ‘the warm grass’, under the bright blue sky.

I found some my favorite books and created some itinerary for next trips.

I was so relaxed and inspired by the experience.

Ah it’s so good to be home.

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

47 Museum Jakarta by Edi Dimyati

Traveljunkieindonesia.com – Di Jakarta ada 47 museum. Anda cinta sejarah? tinggal pilih mau vakansi ke museum seni, museum ekonomi, etnografi, IPTEK, militer, olahraga, politik, religi atau sejarah. Semua museum itu mudah dicapai. Buku karya Edi Dimyati ini memberikan informasi lengkap tentang museum, alamat dan cara menjadi anggota sahabat museum. Dengan foto-foto yang bagus dan menarik, Anda dijamin tertarik mengunjungi museum. Yuk wisata museum, happy travels  🙂

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

Beach Colour Bestseller

Last weekend I went to my favourite beach to chill out in the sun.

I was utterly intoxicated by all the colours around me.

Mountain, The sky and ocean.

 

aeroplane over the sea.

It was just so inspiring… and delicious to be immersed in it all.

Happy green travels!

Follow us on Twitter @TravelJunkieID & like us on Facebook.

Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Pulau Serangan

Traveljunkieindonesia.com – Kepala Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu atau Turtle Conservation and Education Center (TCEC) di Pulau Serangan, Bali, Wayan Geriya mengungkapkan pihaknya masih membutuhkan sarana promosi untuk bisa mengangkat usahanya supaya bisa memakmurkan para nelayan yang diberi tugas untuk menangkap telur penyu di delapan titik penangkaran se-Bali.

“Hanya sebagian kecil masyarakat pecinta lingkungan saja yang tahu kalau kami ingin melestarikan penyu agar tidak musnah,” ujar Wayan ketika ditemui di pusat konservasinya, Sabtu (29/01/11).

Lebih lanjut Wayan mengungkapkan, promosi yang selama ini telah dilakukan hanya dari mulut ke mulut, memberi penyuluhan ke sekolah-sekolah, dan di bantu beberapa blogger Bali. Dirinya tidak mampu kalau melakukan promosi seperti beriklan di media cetak atau elektronik, membuat buklet untuk di sebar ke hotel-hotel atau tempat wisata.

Padahal, lanjutnya, apabila konservasinya dikenal banyak orang, daerahnya bisa dijadikan tempat wisata yang sekaligus akan mendapatkan pendapatan di sektor kepariwisataan selain obyek-obyek yang sebelumnya telah ada terlebih dahulu.

“Bagaimana melihat proses penetasan penyu dari telor ke tuke (anak penyu) itu yang menarik,” lanjutnya.

Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu Sarangan memang belum lama berdiri. Didirikan oleh para tokoh lingkungan dengn didukung WWF, dan pemda Bali, yang menganggap perlu adanya pelestasian penyu mengingat selama ini banyak masyarakat yang mengambilnya dari alam secara besar-besarnya untuk keperluan upacara adat.

“Ada misi ekonomi tentunya tempat ini menjadi obyek wisata, turis-turis dadang kesini. Peran edukasi, ekologi konservasi dan ekonomi, berjalan secara berbarengan.”, [Wayan Geria, Ketua Konservasi]

Pusat konservasi itu telah menghimpun para nelayan di delapan titik diantaranya Negara, Kuta, Buleleng, Klungkung, untuk mencari telur penyu. Pusat konservasi akan memberikan upah Rp 500 ribu per sarang untuk kemudian disetorkannya untuk ditetaskan telurnya. Penyu setelah berumur 3 bulan, dijual ke wisatawan untuk kemudian dilepaskan secara beramai-ramai ke pantai.

Turtle Conservation and Education Center (TCEC) | Jl Tukad Wisata No. 4 Kelurahan Serangan, Denpasar | Telp. 0361-8577881, 081236127202 | Email. info.tcec@gmail.com.

Committed by Elizabeth Gilbert

Traveljunkieindonesia.com – Elizabeth Gilbert (Eat, Love, Pray) kembali mencari makna kehidupan dalam konteks jalinan cinta. Tapi Committed terasa lebih personal karena penulisan Gilbert yang lebih introspektif, terutama dengan hubungannya bersama Felipe, lelaki asal Brazil yang ia kenal di Bali, Indonesia. (“our vow never to marry had cloaked the two of us in all the emotional security we required in order to try once more at love”) dan upayanya mencari makna dari ajaran-ajaran orang bijak seperti Buddha (“the Buddha taught that only the celibate and the solitary can find enlightenment”).

Travel Junkie Indonesia merekomendasikan buku ini sebagai teman anda dalam traveling. Nikmati kata-per-kata tulisan Gilbert dengan sentuhan angin sejuk pegunungan, akan membuat Anda masuk ke dalam cerita dan menjadi tokoh sesungguhnya.

Yap, traveler cinta buku!

Follow TJ on Twitter @TravelJunkieID

Explore Indonesia From Merauke To Sabang

Traveljunkieindonesia.com – Blog posting kali ini adalah artikel untuk Majalah diRadio Hardrock Radio Bali, edisi 8 Jan-Feb 2011. Yang pasti saya sangat senang karena majalah diRadio edisi 8 ini terbit pas di tanggal unik 11111.  Dan, tentunya saya senang bisa menyebarkan virus “Explore Indonesia” untuk pembaca diRadio. Berikut artikelnya:

Explore Indonesia Dari Merauke Sampai Sabang

Coba riset kecil-kecilan, tanya teman-teman kantor di kanan-kiri Anda, atau bahkan orang random yang papasan di jalan. Pertanyaannya, “Anda tahu Raja Ampat, pulau Togian, pulau weh. dimana sih?” Saya hampir 100% yakin, jawabannya tidak akan jauh-jauh dari “ga”, “dimana tuh”, “deket Bali”, sampai “melompong”.

Saya penasaran dan coba tanya lagi. Kali ini, saya cari bule-bule. Pertanyaan masih sama, “Anda tahu Raja Ampat, pulau Togian, Kakaban, pulau weh. Dimana sih?” wow, sungguh mengagumkan jawaban dari mereka. Misalnya, Mark, bule asal Denmark, “Raja Ampat itu surga dunia. Semuanya eksotis disana.” Atau, si Joana, bule asal Prancis, yang sudah empat bulan tinggal di Bali. “Pulau Togian itu di Sulawesi  bukan, itu ada di dalam list trip saya. Indonesia itu besar, butuh setahun saya untuk mengelilinginya hahaha… Tapi ya, di sini lah surga dunia sesungguhnya, biru, hijau, jingga, coklat, eksotis dan biaya hidup murah.”

Saya bukan ahli masalah pariwisata. Saya juga bukan orang dinas pariwisata. Tapi, logikanya, kalau masyarakat Indonesianya saja tidak tahu apa yang dimilikinya, bagaimana bisa mencintainya. Dan, Saya akan selalu bilang “Why would you go to other countries when the real paradise is right here?” Berikut adalah enam tempat dari favorit saya “Dari Merauke sampai  Sabang”.

Continue Reading →

Waterbom Bali – It’s A Great Day!

Traveljunkieindonesia.com – Exciting water slides slice through 3.8 hectares of landscaped tropical parks providing hours of fun and entertainment for the young and young at heart! There are 101 ways to fill 24 hours each day with thrilling activities on land and in water. For relaxation, drift leisurely in a tube raft or go for a tranquil dip in inviting blue pools. A soothing massage or spa treatment is the ultimate way to unwind.

Set your own pace for a day of fun in the sun or relaxation in the shade; perfect for the whole family or for that special getaway. With a choice of dining outlets and a swim-up bar for tropical drinks, Waterbom Bali is the one-stop leisure capital of Bali.

Continue Reading →

Harris Hotel & Residences – Riverview Kuta Bali

Traveljunkieindonesia.com – Harris hotels & resorts yang begitu populer dengan tagline “simple, unique, friendly”. Hadir di Bali dengan tiga lokasi yang berbeda yaitu Tuban Bali, Kuta Beach Bali, dan Riverview Kuta Bali.

Kembali, orang-orang yang sangat keren di Tauzia Hotel Management mensponsori akomodasi Travel Junkie Indonesia untuk stay. Tapi kali ini Harris hotel & residences – Riverview Kuta Bali, menjadi pilihannya.

Harris Riverview Kuta memiliki letak yang sangat strategis. Hanya 10-15 menit berkendara dari Legian Shopping Center, Pantai Kuta, dan Ngurah Rai International Airport. Dan, 18 menit berkendara dari Seminyak dan Petitenget yang terkenal dengan deretan butik milik desainer, galeri, restoran elit, serta klub yang hip.

Harris Hotel & Residences Riverview Kuta memiliki 135 rooms & residences dengan desain arsitektur hi-end yang eksklusif. 50 Rooms of Harris Room, 66 Rooms Residences 1 Bedroom, 24 Unit Residences 2 Bedroom, 7 Unit Meeting Room, 4 Unit Swimming Pool, Harris Café dengan kapasitas 160 Seats, Harrissimo specialist Italian cuisine dengan kapasitas 60 Seats, Juice Bar, Dino Kids Club, Business Corner, Free Wifi, Free Shuttle Service ke Kuta Area, dan H’Spa & Happy Feet Reflexology. Semua itu dipadankan dengan ciri khas warna Harris Orange, hijau, dan putih. Hasilnya, sebuah kebahagian alami dalam balutan modern yang merefleksikan kenyamanan Pulau Dewata.

Harris Hotel & Residences Riverview Kuta adalah tempat yang menarik untuk bermalam. Hotel ini sesuai bagi pasangan, liburan keluarga, liburan romantis atau perjalanan bisnis dan tentunya bagi para travel junkie seperti saya 🙂

Jl. Raya Kuta 62A Bali
+62 361 761 007
www.harris-riverview-bali.com
Follow on twitter @HarrisRiverview

Postcards from Gunung Batur Bali

Traveljunkieindonesia.com – Saya memang belum pernah merayakan tahun baru diatas gunung. Dan, mungkin ini tidak akan pernah terjadi kalau tidak ada ajakan dari Waizly D. Rada males untuk naik gunung tinggi di musim hujan, maunya gunung yang cantik saja hoax! Tak ada plan untuk menaikin gunung Batur di tahun baru 2011 ini. Tiba-tiba Waizly telepon saya “Oi, Naik gunung Batur yuk bareng Doddy temen gw di Singapore?” dan saya langsung jawab Hayooooo…

Jadilah kita berangkat ke gunung Batur berdelapan orang. Waizly, Tara, Doddy n the gang, Ronnie (Travel Junkie Colombia) dan saya sendiri. “Kalo jalan di Bali kaya gini asikan dengerin lagu-lagu Guruh Gipsy nih”, ujar Waizly. Yup bener sekali! ngetrip keliling Bali paling asik dengerin Guruh Gipsy. Band ini termasuk kelompok musik jenius legendaris di Tanah Air. Album mereka satu-satunya yang dirilis pada masa itu, yang melejitkan komposisi Chopin Larung, Janger 1897 Saka atau Smaradhana dianggap memuat aransemen progresif yang sangat jenius. Di mana mereka melebur elemen gamelan Bali serta orkestra ke dalam musik rock. Album ini dipuji di mana-mana. Bahkan hingga ke mancanegara. Ugh, Indonesia butuh banyak musisi baru seperti Guruh Gipsy sekarang ini 🙂

Okeh, kita balik lagi ke Gunung Batur! Gunung Batur sendiri sebuah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia (van Bemmelen, 1949). Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1267 m – 2152 m (puncak G. Abang). Di dalam kaldera I terbentuk kaldera II yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih kurang 7 km. Dasar kaldera II terletak antara 120 – 300 m lebih rendah dari Undak Kintamani (dasar Kaldera I). Di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu.

Setelah menikmati keindahan Bali dari atas awan, Tour guide kami mengajak kembali turun. Bukan gunung Batur ingin meletus tapi memang sudah waktunya untuk turun hahaha… sesampainya dibawah, kami berpisah dengan Doddy n the gang. Meraka lanjut berendam menikmati hangatnya air panas gunung Batur. Dan, kami berempat lanjut menuju Tapak Siring, Ubud, dan bersandar di Spa kawasan Sunset Road Kuta. Lalu, Zzzzz…zzzz…zz… tepar!

My White Christmas

Christmas Eve Day – 10.00 am. This is me, by myself, sitting on the beach and created “I love Bowo” 😀

Christmas Eve Day – 01.00 pm. The weather was very hot and humid. This is me, by myself, sleeping on the beach. The sun was just setting, the water was gloriously warm, and I love Indonesia.

Christmas Eve Day – 08.00 pm. Dinner with friends on my side. Fish, Gong-gong, crayfish and prawns and various salads.

It was buffet style, and of course, I ate too much & enjoyed the moon 🙂

Happy Green Travels!

Follow us on Twitter @TravelJunkieID & like us on Facebook.